Jusuf Kalla melakukan silaturahmi ke ulama Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII). Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, JK meminta dukungan para ulama untuk Pemilu dan Pilpres 2009.

“Di LDII ini serasa rumah sendiri. Untuk itu saya sebagai Ketua Uumum Partai Golkar dan Wapres meminta dukungan bapak-bapak pimpinan Pondok Pesantren Burengan dan pengurus DPP LDII dalam pemilu dan pilpres mendatang,” Kata JK saat meresmikan masjid dan menara pondok pesantren LDII Burengan, Kedir, Jatim, Jumat (23/1).

Lebih lanjut JK mengaku optimis bahwa pemilu April mendatang akan berjalan lancar dan sukses. Selain itu, JK juga meminta para kiai dan pengasuh pondok pesantren untuk juga memberikan pendidikan bahwa Islam di Indonesia cukup moderat sehingga mampu memersatukan bangsa.

Pondok pesantren, katanya, merupakan pusat pendidikan yang dapat memajukan bangsa termasuk pendidikan politik. JK juga menjelaskan Islam di Indonesia dianut oleh berbagai suku dan bisa bersatu sehingga bisa sangat moderat.

JK kemudian memberikan perbandingan dengan apa yang terjadi di wilayah Timur Tengah yang dipisahkan oleh berbagai bangsa sehingga menjadi tidak akur.

“Kalau padi itukan memang awalnya hijau tapi lama kelamaan jika sudah berisi ya kuning juga, begitu pula rakyat ini,” kata JK yang disambut tepuk tangan.

Sementara itu menanggapi permintaan Wapres itu , Dewan Penasehat DPP LDII Kyai Haji Kasmudi mendoakan agar Wapres dapat perlindungan Allah dan maju dalam pemilu dan pilpres.

“Ya, Allah berikanlah Bapak Yusuf JK bisa meanjutkan kepemimpinan nasional,” doa KH Kasmudi.

KH Kasmudi juga meminta pemimpin Indonesia untuk tetap menjaga amanah yang diberikan rakyat. Pemimpin yang baik, tambahnya harus mampu menjaga amanat yang diserahkan rakyat kepadanya.

Dalam kesempatan itu, KH Kasmudi atas nama warga dan pengurus besar LDII mengucapkan terima kasih kepada Wapres yg telah hadir memberikan pembekalan kepada para santri Ponpes Burengan dan meresmikan menara agung setinggi 100 meter dengan kubah yang dilapisi emas murni.

Sumber: pilih23.com