sinagogSekelompok pria bersenjata merusak sinagoga tertua di ibu kota Venezuela, Caracas, setelah menduduki gedung itu beberapa jam. Sekitar 15 pria tak dikenal itu masuk gedung kemudian mencoret-coret dinding dan melecehkan kitap suci Yahudi. Mereka juga meminta kaum Yahudi hengkang dari negara tersebut.

Para pemimpin Yahudi di Venezuela mengatakan, ketegangan meningkat sejak negara itu memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel bulan ini menyusul serangan Israel ke Jalur Gaza.

Elias Farache, Presiden Asosiasi Yahudi Venezuela, mengatakan, para pelaku mengikat dan menyandera para penjaga keamanan sebelum merusak kantor dan tempat penyimpanan kitab-kitab suci.

Slogan-logan anti-Semit dan anti-Israel dituliskan di dinding sinagoga. “Tidak pernah dalam sejarah komunitas Yahudi Venezuela menjadi sasaran agresi seperti ini,” kata Farache. “Situasinya sangat tegang. Kami terancam, terintimidasi, dan diserang.”

Hubungan Venezuela dan Israel sering mengalami ketegangan. Yang terbaru, Venezuela menghujat serangan Israel ke Gaza yang menewaskan lebih dari 1.300 warga Gaza.

Venezuela mengusir duta besar dan staf Israel pada 6 Januari, dan Presiden Hugo Chavez menyerukan warga Israel melawan pemerintahan mereka. Israel membalas dengan mengusir duta besar Venezuela awal pekan ini.

Menlu Mengutuk

Namun, Menteri Luar Negeri Venezuela Nicolas Maduro mengecam tindakan kriminal perusakan sinagoga. “Kami meminta semua rakyat Venezuela, seluruh komunitas Venezuela, menentang aksi-aksi ini, seperti kami menentang kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina,” katanya.

Menteri Informasi Venezuela Jesse Chacon juga mengutuk serangan di sinagoga itu. Ia menegaskan, insiden itu tidak terkait dengan pemerintah. Dia menjelaskan hubungan baik pemerintah dengan komunitas Yahudi Venezuela tidak terganggu dengan aksi Israel.

Sumber: kompas.com