golputSalah satu indikator suksesnya proses konsolidasi demokrasi nasional adalah meningkatnya partisipasi politik masyarakat karena partisipasi itu untuk menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi, baik kepada partai politik maupun para pemimpin politik.

“Sebaliknya, menurunnya partisipasi politik masyarakat menunjukkan penurunan tingkat kepercayaan mereka kepada partai politik dan para pemimpin politik,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera M Anis Matta di Jakarta, Selasa (23/12).

Cara paling efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, menurut Anis, adalah dengan meningkatkan kinerja partai politik itu sendiri. Harapannya, masyarakat secara langsung bisa merasakan manfaat dari suara dan dukungan yang mereka berikan kepada partai politik dalam pemilu.

Masalahnya, menurut Anis, kinerja parpol sekarang bukan saja kurang baik, melainkan juga banyak kasus korupsi dan skandal moral yang terjadi di kalangan anggota dewan. Berbagai kasus ini berperan besar menurunkan kepercayaan publik kepada integritas moral partai politik.

“Jadi, yang penting meningkatkan kinerja partai dan tidak perlu ada fatwa haram golput, tapi jika kondisi ini dijadikan sebagai alasan untuk mengampanyekan golput juga tidak bijak, bahkan fatalis dan merusak proses pendidikan politik masyarakat,” ujarnya.

Mereka yang mengampanyekan golput, menurut Anis, merusak konsolidasi demokrasi yang baru saja dibangun dan memancing munculnya mimpi pada pemimpin diktator. “Kampanye golput adalah cara yang terlalu ekstrem untuk menghukum partai politik. Jadi kampanye golput dan fatwa haram golput sama ekstremnya. Dua-duanya tidak produktif dalam pembangunan demokrasi kita,” ujarnya.

www. kompas.co.id