dinGolongan putih alias golput tidak perlu difatwakan halal atau haram karena golput merupakan pilihan yang akhirnya kembali kepada hak masing-masing warga negara.

“Masalah golput tidak perlu difatwa halal atau haram, karena ini menyangkut pilihan. Jika tidak ada pilihan mereka di dalam suatu pemilu atau tokoh, wajar kalau mereka tidak memillih,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin usai mengikuti Ijtima di Perguruan Dinniyah Puteri di Jalan Abdul Hamid Hakim, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (24/1/2009).

Menurutnya, jika diberi label halal atau haram tentu dalam penerapannya harus ada konsekuensi terhadap hukuman yang berlaku. “Jika dilanggar akan dosa, padahal itu kan soal pilihan,” tuturnya.

Ketidaksetujuan Din terhadap fatwa haram ini juga diterapkan pada wacana memfatwakan merokok. Din menilai hal ini tidak tepat. “Saya lebih setuju jika itu hanya sebuah persuasif atau imbauan, bukan fatwa,” tandasnya.

Din menuturkan, sekira 80 persen ulama di Indonesia adalah perokok. Oleh karena itu tidak perlu memfatwakan merokok.

“Cukup imbauan karena dalam penerapannya juga kan pemerintah yang membuat undang-undangnya. Kalau tetap diharamkan akan ada perlawanan dari masyarakat,” pungkasnya.

Sumber: http://www.pemilu.okezone.com