dsc02572Dave Laksono, putra Ketua DPR Agung Laksono maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai Golkar. Di partai itu, ayahnya menjabat wakil ketua umum mendampingi Jusuf Kalla. Majunya Dave menimbulkan spekulasi bahwa sebagai anak petinggi partai ia mendapatkan kemudahan untuk menjadi wakil rakyat.

Saat ditanya mengenai hal itu, Dave membantahnya. Ia mengatakan, sejak tahun 2004 ia telah aktif sebagai kader muda Golkar. “Saya yakin saya bisa mewakili karena dengan pendidikan yang saya punya, dengan background pendidikan saya dan dengan pengalaman, saya bukan hanya memiliki aset nama. Dengan menjadi putra Agung Laksono, saya bisa belajar dan melihat bagaimana politik dan bagaimana mengusahakan kemajuan untuk rakyat. Jadi anak Agung, bukan berarti saya langsung lewat jalan tol, jalan pintas,” kata Dave dalam diskusi di Gedung DPR, Jumat (12/9).

Sebagai new comer, ia sadar bahwa dirinya tak populer di mata publik. Upaya dan strategi yang akan dilakukannya, turun langsung memperkenalkan diri. “Saya akan turun ke masyarakat memperkenalkan diri kepada 5 juta penduduk di dapil saya,” kata caleg dari Dapil VII Jabar ini.

Dari mana dananya? Dave mengaku, uang untuk mendanai kampanyenya berasal dari kantongnya sendiri sebagai seorang pengusaha. “Masa minta sama bapak?” katanya.

Pengamat politik dari Reform Institue, Yudi Latif mengatakan, selain berjuang untuk dikenal, para caleg wajah baru juga harus bergantung pada jaringan dan mesin partainya. “Golkar memang dikenal, tapi mesin politiknya saat ini mulai tergerus sehingga tidak bisa menjadi penopang caleg muda,” ujar Yudi.

Sumber: http://www.kompas.co.id