im2TUNTAS sudah seluruh provinsi di Indonesia memiliki Pimpinan Daerah Kolektif Kosgoro 1957. Sabtu 1 September 2007 menjadi momentum kebahagiaan bagi seluruh jajaran Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, khususnya Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 HR Agung Laksono setelah mengesahkan dan melantik PDK Kosgoro 1957 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di Palu.

PDK Kosgoro 1957 merupakan jajaran pimpinan daerah kolektif terakhir yang menggenapkan organisasi kemasyarakatan ini mengibarkan panji-panji organisasi di seluruh provinsi di negeri ini. PDK Kosgoro Sulteng menjadi jajaran kepengurusan daerah kolektif ke-33 dari 33 provinsi yang ada di seluruh Indonesia.
Sehari sebelumnya pada Minggu 31 Agustus di Jayapura Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 juga mengesahkan dan melantik jajaran PDK Kosgoro 1957 Papua menjadi jajaran kepengurusan tingkat provinsi ke-32. Penerbangan dari Jakarta-Jayapura-Palu dan kembali ke Jakarta, tercatat sebagai momen membahagiakan seluruh anggota tim yang menyertai seluruh aktivitas yang dipimpin Mas Agung panggilan akrabnya selama dua hari.

Perjalanan Tim PPK Kosgoro 1957 yang didampingi para fungsionaris PPK antara lain Sekretaris Jenderal PPK Syamsul Bahri, Ketua-ketua PPK Azhar Romli dan Victor Silalahi, termasuk Wakil Sekjen PPK Leo Nababan dan Jonharo, juga diikuti sejumlah fungsionaris DPP Partai Golkar seperti Saut L Tobing dan Anton Lesiangi. Momentum ini menjadi cukup penting bagi Partai Golkar, karena selain bertindak sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro, Agung Laksono adalah Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

“Saya lega, berarti konsolidasi organisasi untuk tingkat provinsi berhasil kita laksanakan, kami berharap sebelum Munas Kosgoro 1957 pada Maret 2008 di Jakarta, seluruh jajaran PDK tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia juga sudah bisa disahkan dan dilantik,” kata Mas Agung.

Kosgoro salah satu ormas yang melahirkan Golongan Karya yang kemudian menjadi Partai Golkar. Kosgoro 1957 menjadi salah satu pilar utama partai, dan kini memiliki jumlah anggota yang riil dan solid. Untuk itulah, dalam setiap kesempatan termasuk ketika berbicara di hadapan para kader di Jayapura dan Palu, para pimpinannya selalu mengingatkan, selain sebagai anggota Kosgoro 1957, mereka juga kader Partai Golkar. Oleh sebab itu, Wakil Ketua Umum DPP Golkar ini menakankan, seluruh jajaran pengurus, kader dan anggota Kosgoro 1957 harus mampu dan terus menegakkan dan mengibarkan panji-panji organisasi demi sukses Partai Golkar dalam Pemilihan Umum 2009.

Kurang dari dua tahun lagi waktu Pemilu, oleh sebab itu sejak saat sekarang sudah mulai kita susun strategi memenangkan Partai Golkar pada 2009 nanti. Kemenangan yang sudah diraih dalam Pemilu 2004, bukan hanya kita pertahankan tapi harus lebih ditingkatkan. Oleh sebab itu kepada Jajaran PDK Kosgoro 1957 di Papua dan Sulawesi Tengah yang baru dilantik, menjadi awal dari tugas mereka mengkonsolidasi seluruh kader di daerahnya untuk senantiasa berjuang selain demi sukses Kosgoro 1957 juga kemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2009. Sukses kemenangan partai akan dapat tercapai, jika program-program yang disepakati senantiasa demi memperjuangkan setiap kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Tanpa rakyat, tanpa anggota maka pimpinan organisasi tidak akan menjadi ada artinya. Oleh sebab itu ketika jajaran kepengurusan sudah memiliki para kader organisasi, maka hal pertama yang harus diingat, bagaimana bisa berbuat untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat. Rakyat akan menjadi sejahtera, jika ada pihak yang memperjuangkan setiap kepentingan mereka. Kita sangat menyadari, kepentingan rakyat saat ini terkait bisa hidup aman dan nyaman. Untuk mencapai aspek kehidupan tersebut, secara kasat mata kita sering melihat bahwa mereka ingin bebas dari tekanan kemiskinan, kebodohan dan keluarga tetap sehat, serta hidup bermasyarakat dan berbangsa yang aman dan nyaman.

Deteksi ini menjadikan semua organisasi kemasyarakatan dan partai politik, sering melontarkan jargon-jargon akan memperjuangkan kepentingan rakyat di bidang ekonomi, keamana, pendidikan dan kesehatan dalam upaya meraih simpati rakyat. Bagi seluruh jajaran pengurus, kader dan anggota Kosgoro 1957 kini seharusnya tidak lagi cuma berwacana, tapi sudah harus berbuat, bertindak dan aktif melayani rakyat. Program nyata Kosgoro 1957 yang selama ini sudah dilaksanakan, patut senantiasa dirumuskan pembaruannya setiap saat mengikuti tuntutan masyarakat. Dengan demikian, tanpa diminta pun, rakyat akan bersimpati kepada kita.

Sukses konsolidasi organisasi juga tidak cukup dengan berhasilnya terbentuknya kepengurusan di setiap wilayah. Tetapi setiap fungsionaris organisasi, kader dan anggotanya mampu cepat betindak memperjuangkan setiap kepentingan masyarakat. Kita sering mendengar ungkapan, rakyat hanya diperlukan menjelang Pemilu. Kita tidak apriori dengan pandangan sinis itu. Untuk menjawabnya mari kita singsingkan lengan baju, membela setiap kepentingan rakyat. Susun program-program yang lebih akurat dengan hasil akhir, benar-benar bermanfaat bagi rakyat.

Sumber: agung-laksono.com