Kalau putraku datang

ia datang bersama bulan

kena warna jingga dan terang

adalah warna buah di badan

Wahai telor madu dan bulan!

Perut langit dapat sarapan

Ia telah berjalan jauh sekali

dan kakiknya tak henti-henti

menapaki di bumi hatiku

Ah, betapa jauh kembara burungku!

Sumber angin mana dicarinya?

Sainganku bunda yang mana?

Kuda jantan dengan kuku-kuku runcing ia!

Angain tak putus dahaga ia!

Putra-putra langit yang putih pun pergi kembara

Dan lelaki selalu pergi ninggalkan tanya

Tanah yang dibajak dan diinjak adalah hati bunda

makin hari makin parah tapi makin subur ia.

Hati bunda adalah belantara yang rela terbuka

Bagai bapaknya ia!

Pergi dan tak terduga

Wahai, buah tubuh yang dulu kulahirkan

adalah sekepal duri yang manis dan jelita!

Rendra – Empat Kumpulan Sajak