sayangi-ibu1Jawa Barat menempati urutan ketiga provinsi dengan Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan terburuk di Indonesia. Dari setiap 100.000 kelahiran hidup, ada 343 ibu yang meninggal. Ketimpangan gender serta kemiskinan disinyalir menjadi penyebab utamanya. Hal ini terungkap dalam Konferensi Aktivis Perempuan Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat Jln. Perintis Kemerdekaan No. 5 Bandung, Minggu (21/12). Aktivis Sapa Institute Ridwan Farid mengatakan, di antara kab./kota lain di Jabar, Kab. Bandung termasuk daerah yang memiliki AKI tinggi, yaitu 450 kematian ibu dari 100.000 kelahiran hidup. Ini merupakan AKI tertinggi di Asia Tenggara. Sebagian besar kasus kematian ibu ini disebabkan oleh sulitnya akses ibu hamil terhadap fasilitas medis.
“Kami punya komunitas dampingan di Kec. Arjasari, Pasehan, dan Pangalengan. Itu memang jauh dari rumah sakit,” ujarnya.

Selain itu menurut Ridwan, sepertiga penduduk Kab. Bandung merupakan penduduk miskin. Ini juga menjadi penyebab  banyak ibu hamil memilih untuk melahirkan menggunakan jasa paraji atau dukun beranak, yang belum tentu terjamin higienitasnya.

Sementara itu, Akademisi Dr. Indraswari mengatakan, kematian ibu melahirkan terkait dengan sejarah hidup seorang perempuan, seperti akses terhadap pendidikan, makanan bergizi, serta otonomi perempuan terhadap tubuhnya sendiri.

Menurut dia, tanpa pendidikan yang memadai seorang perempuan tidak akan mengerti cara menjaga kehamilan dan menjadi ibu yang baik. Sementara otonomi terhadap tubuhnya sendiri diperlukan agar perempuan dapat merencanakan kehamilan tanpa intervensi kepentingan orang lain.

“Sekarang bisa dilihat, angka buta huruf perempuan masih tinggi, lalu perempuan masih dipaksa hamil dan melahirkan karena permintaan orang lain,” ungkapnya.

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com