merah_putihKaum muda merupakan kelompok sosial yang memiliki peran strategis dalam proses kebangsaan di tanah air kita selama ini. Kelahiran Budi Utomo (1908), sumpah pemuda (1928), revolusi kemerdekaan (1945) serta gerakan reformasi (1998) merupakan sebuah bukti sejarah akan peran kaum muda dalam menentukan arah kehidupan kita berbangsa dan bemegara. Kaum muda bagaimanapun statusnya, telah melakukan investasi sosial yang amat banyak bagi peletakan bangsa Indonesia. Kelompok inilah yang selama ini selalu berada di garda terdepan dalam penyelamatan berbagai persoalan sosial yang terjadi. Oleh karenanya Arif Budiman melihat sosok kaum muda merupakan sosok yang penting dalam setiap perubahan, karena kaum muda bergerak atas nilai-nilai idealisme dan moralitas dalam melihat persoalan yang ada. Mereka adalah sosok yang merindukan perubahan dan sesuatu yang baru dalam hidup ini.

Maka di negara manapun, sosok kaum muda selalu menjadi perhatian yang khusus oleh banyak kalangan. Sebab di tubuh kaum muda inilah segenap tumpuan masa depan bangsa dipertaruhkan. Orang bijak sering mengatakan, masa depan bangsa yang baik adalah masa depan yang memiliki kaum muda yang unggul, kompetitif dan baik pula saat sekarang. Sebagai contoh kita lihat misalnya di India, melalui tangan Manmohan Singh, menteri keuangan India, yang menyekolahkan anak-anak muda India ke luar negeri dan menyerap i1mu terbaik langsung dari sumbemya telah mengubah wajah India saat ini. Sehingga Bangalore dan Hyderabad telah menjadi semacam technopark seperti halnya Lembah Silikon di Amerika Serikat.

Begitu pula yang kita saksikan dengan kebijakan Deng Xiao Peng untuk mengkapitalisasi perekonomian Cina kemudian membuka kesempatan besar bagi pemuda-pemuda Cina untuk belajar ke luar negeri, hasilnya telah mengubah wajah Cina menjadi raksasa ekonomi di awal abad 21 yang ditakuti oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa. Dengan begitu pentingnya sosok kaum muda, Proklamator Republik Indonesia Soekamo sendiri pemah melontarkan pikirannya tentang optimismenya bersama kaum muda, “berikan kepadaku para kaum muda, maka akan ku ubah bangsa ini menjadi lebih baik” ungkap Soekamo.

Perhatian dan optimisme bangsa bersama kaum muda untuk melakukan sebuah perubahan tentu benar adanya demikian, sebab sosok kaum muda adalah sosok yang memiliki karakter yang unik. Diantara keunikannya itu adalah, bahwa kaum muda memiliki semangat baru dan senantiasa bergejolak, keberanian untuk mengambil resiko besar, serta memiliki pandangan yang jauh menembus masanya. Buktinya, melalui tangan kaum mudalah kemerdekaan Republik ini bisa direbut dari jajahan kolonial.

Maka di tengah krisis kebangsaan yang kita hadapi saat ini, kerinduan tampilnya kepemimpinan kaum muda menjadi harapan banyak kalangan. Apalagi banyak catatan sejarah yang telah menunjukkan keberhasilan kepemimpinan kaum muda tersebut. Saat sekarang saja misalnya, munculnya sosok Mahmoud Ahmadinejad sebagai presiden Iran, Hugo Cavez sebagai presiden Venezuela, Evo Morales sebagai Presiden Bolivia, dan munculnya kandidat Barac Obama dalam pemilihan presiden Amerika Serikat nanti yang merepresentasikan kepemimpinan kaum muda menunjukkan apresiasi publik terhadap mereka. Apalagi ketika para pemimpin tersebut mampu membawa institusi negara atau kekuasan yang dimiliki sebagai sarana mewujudkan kedaulatan bangsa dan kesejahteraan sosial.

Kepercayaan terhadap kepemimpinan kaum muda ini tidak hanya dalam konteks sejarah kita hari ini, bahkan dalam Islam sendiri munculnya Muhammad sebagai rasulullah yang diangkat pada usianya 40 tahun menunjukkan pentingnya kaum muda dalam kepemimpinan umat. Jika kaum muda tidak signifikan dalam kepemimpinan, tentu saja Rasul akan diangkat pada usia-usia 60 atau lebih, namun yang terjadi bukanlah demikian. Jadi dalam konteks ini, kepemimpinan kaum muda amat penting diwujudkan bukan saja sebagai sebuah wacana, melainkan sebagai sebuah praktis gerakan.

Terkait dengan hal ini, sebagai generasi Muda Indonesia yang merupakan pilar bangsa, dalam kiprahnya sebagai wadah aspirasi perjuangan menghimpun, menggerakkan, serta menggembleng mahasiswa guna meningkatkan peran dan tanggung jawabnya sebagai kader bangsa, berpandangan bahwa sebagai upaya mewujudkan negara sejahtera (walfare state) atau negara yang baldatun tayyibatun warabbun ghafur, kepemimpinan kaum muda merupakan jawaban yang harus didorong mulai saat ini. Konsep, paradigma, strategi, serta karakter kepemimpinan kaum muda harus, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam melakukan formulasi tersebut.

(sumber: http://www.gmpi.or.id)